August 07, 2012

Mengapa Tuhan bisa mati?

Untuk menceritakan kasihnya yang maha ajaib dan maha besar kepada manusia , Allah menggunakan bahasa manusia awam yang sesuai dengan kemampuan otak manusia itu sendiri agar mudah di pahami dan dimengerti oleh manusia.

Ada melalui perumpamaan, ada juga langsung ditunjukkan melalui pelaksanaan, seperti mengorbankan dirinya sendiri mati pengganti manusia yang seharusnya mati.

Allah tahu, satu-satunya yang paling berharga milik manusia dan paling disayanginya adalah nyawanya sendiri dan anaknya, bukan harta seperti uang atau mobil, atau ternak maupun rumahnya.

Itulah sebabnya Alkitab berkata dalam Yohanes 3:16. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Allah telah memberikan yang paling berharga bagi manusia, yaitu nyawanya sendiri.
Allah telah memberikan yang paling berharga bagi manusia, yaitu anaknya sendiri yang tungal itu.

Nah.... begini saja, otak manusai yang sangat terbatas kemampuannya itu sudah tidak mampu mengerti lagi, bagaimana bisa diri Allah sendiri menjadi anak Allah sendiri ?

Karena saya sangat sayang kepada mobil baru saya, maka saya tidak pernah memberikan mobil saya itu kepada siapapun untuk mengemudikannya.

Karena saya sangat sayang kepada anak saya, maka saya tidak pernah memberi kepercayaan kepada siapapun untuk mengasuh, bahkan untuk mengantar jemput anak saya dari sekolah kerumah.

Demikian jugalah Allah, Karna kasihNya yang maha besar itu, Allah tidak mempercayakan kepada siapapun untuk menyelamatkan manusia dari maut akibat dosa itu, dia sendiri yang langsung terjun masuk kewilayah dosa, namun Dia tidak berdosa, dan maut tidak berkuasa atasNya.

Tuhan itu ajaib, maka otak manusia tidak mampu mengenal Dia, dan kita adalah ciptaanNya, tentu kita sebagai ciptaaNya, otak kita tidak akan mampu mengetahui berapa jumlah Allah yang sebenarnya, kalau dia satu atau tiga, kenapa dia bisa hadir dimana-mana, bagaimana bentuknya, dari bahan apa dagingnya, pokoknya otak manusaia tidak mampu menjangkaunya, oleh karena itu, janganlah kita manusia mempersoalkan jumlahnya, rupanya, beranak atau tidak dan lainya tentang Allah.

Kenapa Alkitab mengatakan Allah itu esa padahal belum tentu esa dan mempunyai anak yang tunggal padahal tidak punya anak ? maksudnya ialah untuk memper mudah memberikan pelajaran kepada manusia, karena sampai disitulah kemampuan otak manusia menerima pelajaran tentang Allah.

0 comments: