Untuk
menceritakan kasihnya yang maha ajaib dan maha besar kepada manusia , Allah
menggunakan bahasa manusia awam yang sesuai dengan kemampuan otak manusia itu
sendiri agar mudah di pahami dan dimengerti oleh manusia.
Ada melalui perumpamaan, ada juga langsung ditunjukkan melalui pelaksanaan,
seperti mengorbankan dirinya sendiri mati pengganti manusia yang seharusnya
mati.
Allah tahu, satu-satunya yang paling berharga milik manusia dan paling
disayanginya adalah nyawanya sendiri dan anaknya, bukan harta seperti uang atau
mobil, atau ternak maupun rumahnya.
Itulah sebabnya Alkitab berkata dalam Yohanes 3:16. Karena begitu besar kasih
Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh
hidup yang kekal.
Allah telah memberikan yang paling berharga bagi manusia, yaitu nyawanya
sendiri.
Allah telah memberikan yang paling berharga bagi manusia, yaitu anaknya sendiri
yang tungal itu.
Nah.... begini saja, otak manusai yang sangat terbatas kemampuannya itu sudah
tidak mampu mengerti lagi, bagaimana bisa diri Allah sendiri menjadi anak Allah
sendiri ?
Karena saya sangat sayang kepada mobil baru saya, maka saya tidak pernah
memberikan mobil saya itu kepada siapapun untuk mengemudikannya.
Karena saya sangat sayang kepada anak saya, maka saya tidak pernah memberi
kepercayaan kepada siapapun untuk mengasuh, bahkan untuk mengantar jemput anak
saya dari sekolah kerumah.
Demikian jugalah Allah, Karna kasihNya yang maha besar itu, Allah tidak
mempercayakan kepada siapapun untuk menyelamatkan manusia dari maut akibat dosa
itu, dia sendiri yang langsung terjun masuk kewilayah dosa, namun Dia tidak
berdosa, dan maut tidak berkuasa atasNya.
Tuhan itu ajaib, maka otak manusia tidak mampu mengenal Dia, dan kita adalah
ciptaanNya, tentu kita sebagai ciptaaNya, otak kita tidak akan mampu mengetahui
berapa jumlah Allah yang sebenarnya, kalau dia satu atau tiga, kenapa dia bisa
hadir dimana-mana, bagaimana bentuknya, dari bahan apa dagingnya, pokoknya otak
manusaia tidak mampu menjangkaunya, oleh karena itu, janganlah kita manusia
mempersoalkan jumlahnya, rupanya, beranak atau tidak dan lainya tentang Allah.
Kenapa Alkitab mengatakan Allah itu esa padahal belum tentu esa dan mempunyai
anak yang tunggal padahal tidak punya anak ? maksudnya ialah untuk memper mudah
memberikan pelajaran kepada manusia, karena sampai disitulah kemampuan otak
manusia menerima pelajaran tentang Allah.
August 07, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 comments:
Post a Comment